Biji Cempedak Jadi Simbol Gagalnya Negara Hadir di Bintan

Bintan,bintangbarunews.com — Ironi kemanusiaan kembali mencuat di Kabupaten Bintan. Sepasang lansia, Paulus dan Muttamimah, disebut harus bertahan hidup dengan memakan biji cempedak rebus karena tak lagi punya akses pada pangan layak maupun perlindungan sosial.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kondisi ini bukan sekadar kisah pilu, tetapi potret telanjang gagalnya sistem pendataan dan perlindungan warga miskin di tingkat bawah. Saat negara sibuk mengklaim keberhasilan program, masih ada warga lanjut usia yang dibiarkan menanggung lapar sendirian.

DPD Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) Kepri pun mengecam keras situasi tersebut. Ketua DPD ARM Kepri, Dedek Wahyudi, menilai kelalaian aparatur wilayah — mulai dari camat, lurah, hingga RT/RW — tak bisa lagi ditoleransi.Sabtu 25 Juli 2026.

“Kalau sampai lansia makan biji cempedak untuk bertahan hidup, itu bukan sekadar kelalaian administratif, itu kegagalan moral dan kegagalan negara di level paling dasar,” tegas Dedek.

Biji Cempedak Jadi Simbol Gagalnya Negara Hadir di Bintan

ARM Kepri mendesak Pemkab Bintan segera turun tangan dengan bantuan darurat, layanan kesehatan, serta jaminan sosial bagi pasangan lansia tersebut. Mereka juga menuntut audit total terhadap data kemiskinan dan penerima bansos, agar kasus serupa tidak terus berulang.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah: kemiskinan ekstrem bukan angka di atas kertas, melainkan nyawa manusia yang sedang berjuang untuk makan hari ini.

BACA JUGA  Diduga Kebocoran Data di Portal SPMB Batam, 1.495 Dokumen Pribadi Warga Dilaporkan Terekspos, Berikut Data Yang Bocor