Didukung M. Al-Ichsan, Turnamen Catur Rapid Kepri Berlangsung Meriah, Absennya Ketua Percasi Kota Batam Jadi Sorotan

Didukung M. Al-Ichsan, Turnamen Catur Rapid Kepri Berlangsung Meriah, Absennya Ketua Percasi Kota Batam Jadi Sorotan

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

 

Batam – Turnamen Rapid Chess Tournament Open for Kepri yang digelar Percasi Ranting Sei Beduk berlangsung sukses dan meriah di Piayu Food Center, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Minggu (12/7/2026). Sebanyak 55 pecatur dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau ambil bagian dalam ajang yang menjadi wadah pembinaan sekaligus silaturahmi antarpencinta olahraga catur tersebut.

 

Kompetisi menggunakan sistem Swiss 7 babak dengan waktu berpikir 15 menit untuk setiap pemain. Para peserta memperebutkan total hadiah sebesar Rp4,5 juta dan menampilkan persaingan sengit sejak babak pertama hingga akhir pertandingan.

 

Ketua Panitia, Dasril, mengatakan turnamen ini terbuka bagi seluruh pecatur di Kepulauan Riau dengan biaya pendaftaran sebesar Rp50.000. Menurutnya, antusiasme peserta yang datang dari Batam, Bintan, Natuna, tanjung pinang dan sejumlah daerah lainnya menjadi bukti bahwa olahraga catur di Kepri terus berkembang.

 

«”Kegiatan ini rutin kami laksanakan setiap tahun sebagai wadah pembinaan dan mempererat silaturahmi antarpecatur. Harapan kami, semakin banyak turnamen yang digelar agar lahir atlet-atlet catur berprestasi dari Kepri,” ujar Dasril.»

 

Turnamen ini terlaksana berkat dukungan penuh M. Al-Ichsan sebagai sponsor utama. Pembukaan dilakukan secara simbolis oleh M. Al-Ichsan yang didampingi Pirdaus serta Ketua Percasi Ranting Sei Beduk, Priyono. Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari peserta karena dinilai menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap pembinaan olahraga catur dan generasi muda di Kepulauan Riau.

BACA JUGA  Surat Keberatan Muskot Percasi Batam Diduga Meluncur ke KONI, Dispora hingga Kejaksaan, Polemik Kian Memanas

 

Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Abil, pecatur berusia 9 tahun yang menjadi peserta termuda. Meski harus menghadapi lawan-lawan yang jauh lebih berpengalaman, Abil tetap tampil percaya diri dan menunjukkan semangat juang tinggi di setiap babak pertandingan.

 

Di balik suksesnya penyelenggaraan turnamen, perhatian peserta juga tertuju pada ketidakhadiran Ketua Umum Percasi Kota Batam terpilih, Niko Nikson Situmorang. Hingga kegiatan berlangsung, yang bersangkutan tidak terlihat hadir dan belum ada keterangan resmi mengenai alasan absennya.

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Panitia Dasril menegaskan bahwa informasi pelaksanaan turnamen telah disampaikan melalui grup komunikasi Percasi, meskipun panitia tidak mengirimkan undangan secara pribadi.

 

«”Kami sudah menginformasikan kegiatan ini di grup Percasi. Memang undangan pribadi tidak kami buat. Menurut kami informasi itu sudah tersampaikan karena ini merupakan kegiatan olahraga yang bertujuan membangun pembinaan dan menjunjung tinggi sportivitas,” jelas Dasril.»

 

Tak Hanya itu Ketua Percasi Cabang Sei Beduk Prayino juga menyampaikan terkait tidak hadir nya pak Niko tidak bisa komentar banyak, yang pastinya kami sudah beri tahu tegas nya.

 

Ketidakhadiran Ketua Percasi Kota Batam dalam salah satu turnamen terbuka tingkat provinsi tersebut pun menjadi perhatian sejumlah peserta dan pemerhati catur. Mereka berharap ke depan terjalin sinergi yang lebih baik antara pengurus Percasi Kota Batam dengan pengurus ranting agar agenda pembinaan atlet dapat berjalan lebih maksimal.

 

Panitia menegaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan turnamen ini adalah memperkuat pembinaan atlet, memperluas ruang kompetisi bagi pecatur daerah, serta melahirkan bibit-bibit baru yang mampu mengharumkan nama Kepulauan Riau di tingkat regional maupun nasional. (Red)